Kenali Aspek Kesiapan Belajar
a. Motivasi
Mungkin Anda mengikuti perkuliahan di UT untuk mendapatkan gelar
sarjana sebagai syarat kenaikan pangkat. Apapun motivasi Anda, cobalah
untuk mengenalinya. Bergabunglah dengan mahasiswa lain yang memiliki
motivasi yang sama. Dengan cara tersebut, Anda akan dapat saling
memotivasi untuk berhasil. Sebagai contoh: mahasiswa yang mengikuti
kuliah di UT sebagai upaya untuk persyaratan kenaikan pangkat, mungkin
dapat berkumpul bersama mereka yang memiliki tujuan yang sama untuk
saling memotivasi. Bayangkan, jika teman Anda berhasil untuk naik
pangkat setelah lulus UT, Anda tentunya akan termotivasi untuk mengikuti
jejaknya bukan?!
Anda juga dapat bergabung dengan mereka yang tujuan belajarnya berbeda
untuk saling meningkatkan motivasi belajar. Apapun caranya, yang penting
adalah memperkuat motivasi belajar
b. Keteraturan/ketekunan
b. Keteraturan/ketekunan
c. Beban Tugas
Tebalnya modul yang harus Anda pelajari seringkali mematahkan semangat untuk belajar. Namun bagi mahasiswa tertentu, semakin tebal atau banyak modul yang harus dibaca, semakin bersemangat dalam belajar. Di sisi lain, ada tipe orang yang justru menganggap berat untuk membaca modul yang banyak dan tebal. Mereka cenderung termotivasi jika beban belajar sedikit. Jika Anda termasukyang alergi terhadap modul yang tebal, maka Anda dapat mencoba untuk membuat tugas membaca modul menjadi “short assignment” seperti pada aspek ketekunan. Buat jadwal membaca modul yang tidak terlalu panjang. Bacalah modul sedikit demi sedikit. Yang terpenting adalah memecah beban tugas menjadi bagian kecil sesuai dengan tipe Anda untuk menjaga semangat belajar.
Jika Anda termasuk tipe kombinasi, maka Anda dapat menggabungkan kiat-kiat belajar dari kedua tipe yang lain.
d. Terstruktur/tidak terstruktur
Mahasiswa
tertentu memilih belajar dengan cara/aturan yang terstruktur.Misalnya,
belajar dengan jadwal belajar yang teratur, membuat sistem kontrak dalam
belajar, atau membutuhkan pengarahan yang rinci dari dosen maupun
orang-orang yang lebih tahu. Sebaliknya, Anda mungkin merasa terbebani
bila harus membuat jadwal belajar. Jika ini terjadi, Anda mungkin
termasuk tipe orang yang tidak terstruktur. Anda tidak perlu merasa
bersalah bila Anda justru tidak suka membuat jadwal belajar yang
teratur. Anda tetap dapat membuat jadwal belajar dengan gaya Anda
sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar